Karena Bermimpi Tidak Dilarang

Setiap orang mempunyai mimpi yang ingin mereka wujudkan. Kick Andy kali ini memotret orang-orang yang mempunyai mimpi, namun bukan hanya untuk kepentingan mereka pribadi. Kemal Rifky dan William Sugiharto, pendiri Sondaicus Project bermimpi Badak Jawa yang berada d Taman Nasional Ujung Kulon tetap lestari. Mereka menggalang dana untuk membeli mesin perahu milik penjaga Taman Nasional Ujung Kulon. Mesin perahu itu hilang dicuri orang. Perahu itu sangat berguna bagi penjaga Taman Nasional Ujung Kulon untuk patroli salah satunya untuk menjaga Badak Jawa yang kini tinggal 67 ekor. Sondaicus Project juga membantu pelestarian terumbu karang di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon. Mereka juga turut menggalang dana bagi korban gempa dan tsunami Banten. Selain itu, mereka juga membentuk klub sepak bola untuk media penyuluhan akan pentingnya menjaga kelestarian alam termasuk Badak Jawa. Sondaicus Project yang dibentuk pada tahun 2016, kini telah berbentuk yayasan.

Sementara Rohman Gumilar bermimpi warga desanya mempunyai pendidikan yang tinggi, tidak seperti dirinyanya yang hanya lulus Sekolah Dasar. Ia mendikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bina Kreasi Muda di desa Kadakajaya, Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat. Ia membeli buku untuk TBM Bina Kreasi Muda dari hasil kerjanya sebagai kuli bangunan dan kerja di pabrik sejak ia lulus SD. TBM yang didirikan Rohman pada tahun 2010 telah mengubah pandangan warga tentang pentingnya pendidkan. Banyak warga Kadakajaya yang telah menempuh pendidikan tinggi. Rohman juga telah menamatkan Kejar paket C atau pendidikan kesetaraan setingkat SMA. Sejak dua tahun lalu, Rohman bekerja sama sebuah SMA membuka sekolah terbuka. Sekolah ini gratis.
Sedang di Malang, Jawa Timur ada Hengki Herwanto ingin Museum Musik Indonesia yang didirikannya pada tahun 2009 menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin mempelajari musik Indonesia. Museum Musik Indonesia memiliki 26.000 koleksi yang sebagian besar berupa rekaman dari Indonesia dan mancanegara, seperti kaset, CD dan piringan hitam. Terdapat juga beberapa alat musik dari sejumlah daerah. Selain itu museum ini juga mengkoleksi benda-benda milik musisi tanah air diantaranya baju dan kaset milik Guruh Soekarno Putro, baju panggung milik Dara Puspita serta topi milik Iwan Fals. Pengunjung juga dapat mendengarkan rekaman-rekaman jaman dulu yang dipajang di museum ini melalui streaming lokal melalui aplikasi yang tersedia hanya di lokasi tersebut saja. Untuk harga tiket masuk sebesar 5000 rupiah. Sedang untuk anak tidak ditarik biaya masuk. Museum Musik Indonesia punya peran yang besar, khususnya bagi para mahasiswa maupun peneliti untuk mencari data berupa rekaman musik.

Di episode ini ada juga cerita tentang para penyandang disabilitas yang ingin mewujudkan mimpi mereka dengan menjadi pengemudi ojek online. Lalu ada juga tamu dari Facebook. Wah mau cerita tentang apa ya? Jangan lupa nonton Kick Andy episode Karena Bermimpi Tidak Dilarang

Related posts

Kebaikan Tak Mengenal Usia

Dokter-Dokter Pahlawanku

Sinergi Untuk Anak Negeri