Nyanyian Sang Legenda

Dalam kesempatan kali ini Kick Andy Show menampilkan narasumber band dan penyanyi tribute di Indonesia yang membentuk band mau pun menyanyi karena sebelumnya menjadi fans berat. Diantara yaitu Siapa yang tidak mengenal Queen band legendaris asal inggris ini, yang terdiri dari empat personil ini yang telah memiliki penggemar di seluruh dunia. Tidak jarang, penggemarnya pun melakukan berbagai upaya untuk menunjukkan kesenangannya terhadap band yang lagunya sering masuk ke dalam tangga lagu musik, serta mendapatkan penghargaan di berbagai acara. Di Indonesia ada sekelompok pria paruh baya yang menjadi penggemar Queen turut membentuk sebuah band tribute to Queen, namanya SeconBorn.  Band  asal Kota Balikpapan yang berdiri sejak tahun 1988 ini digagas oleh salah satu personil SecondBorn yaitu Abdul Kadir. Sebagai pencetus Abdul Kadir mengajak teman-temannya Deddy Isman, Raymond Patty, dan Ayib Bahasyim untuk bergabung dalam band yang kini sudah menginjak usia 30 tahun. Hingga saat ini, para personil SecondBorn yang terdiri dari enam orang ini secara konsisten melakukan pertunjukkan musik di berbagai daerah di indonesia. Secondborn memiliki penggemar tersendiri yang juga merupakan pecinta lagu–lagu queen yang telah melegenda. Ke depannya secondborn band berharap untuk tetap eksis di kancah musik Indonesia.

Narasumber berikutnya yaitu Grup Band G-Pluck. Band asal Bandung Jawa Barat ini, selalu membawakan lagu-lagu The Beatles, di setiap manggung. Siapa tak kenal The Beatles, band legend asal Liverpool, Inggris yang sampai sekarang karyanya masih terdengar di penjuru dunia. Band G-Pluck ini, selain membawakan lagu-lagu The Beatles, Band G-Pluck juga meniru gaya penampilan para personil The Beatles secara keseluruh, mulai dari gaya rambut, pakaian, bahkan sampai alat musik yang digunakan. Band Tribute The Beatles, G-Pluck beranggotakan Awan Garnida (sebagai Paul McCartney – bass), Sigit Adnan (sebagai Jhon Lennon – Gitar), wawan (Sebagai George Harrison – gitar), bani (sebagai Ringgo Starr –drum), Valdi (add. Keyboard). Bahkan Band G-Pluck yang terbentuk sejak tahun 2000 ini, Berkat gaya bermusiknya ini, nama G-Pluck semakin dikenal. Bahkan G-Pluck sudah merambah panggung-panggung musik di Eropa. Tak salah G-Pluck mendapat julukan The Asian Beatles, karena di setiap penampilannya, penonton dapat merasakan hadirnya kembali sang legenda The Beatles.

Narasumber ketiga yaitu penyanyi asal Bandung Jawa Barat, Diana Dee alias Dike Ardila. Diana Dee merupakan fans berat penyanyi Pop legendaris almarhumah Nike Ardila yang terkenal diera tahun 90an. Saat berada di Puncak popularitas tepat pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi, Nike Ardilla meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik yang menabrak pagar beton bak sampah di Jalan Raden Eddy Martadinata. Nike meninggal saat perjalanan rumah ke rumah sakit. Diana mengaku mulai serius sejak duduk di bangku SMP kelas 3. akibatnya, ia pun memiliki kesempatan untuk masuk ke dapur rekaman dan kemudian menjadi artis. Seketika nama Diana pun berganti nama panggung menjadi Diana Arcella. Penggantian nama itu sendiri tentu saja atas usuln sang produser, bukan lantaran inisiatifnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, dalam meniti karir sebagai seorang penyanyi, Diana yang kala itu disebut sebagai Mutiara dari Bandung Timur mendapat bimbingan langsung dari Eep (personil grup GX Band, Mendro dan Andre Lognes) dan Deddy Dores. Sampai akhirnya, penampilannya dianggap menyerupai almarhumah Nike Ardilla bahkan bisa dikatakan pengganti sosok Nike Ardilla. Tetapi bukan berarti Diana ingin sepenuhnya mengganti sosok Nike, sebab ia mengakui bagaimanapun juga ia ingin tetap menjadi diri sendiri. Dari awal kemunculannya dengan nama Diana Arcella di tahun 2000, dirinya mengaku selalu jadi bulian netizen yang tidak suka padanya tanpa mencari tahu musababnya apa. Diana mengira alasan penampilannya itu yang dianggap kerap mendompleng karir almarhum Nike Ardilla. Pro dan kontra pun tak bisa terhindarkan sekalipun dirinya sudah berganti nama. Sementara itu, selalu ada saja sebagian penggemar yang terus mendukungnya untuk tetap berkarya bahkan melestarikan lagu-lagu Nike Ardilla.

Related posts

Kebaikan Tak Mengenal Usia

Dokter-Dokter Pahlawanku

Sinergi Untuk Anak Negeri